Terungkap fakta mengejutkan tentang tki

Assalammualaikum apakabar semuanya semoga di awal tahun yang sejuk ini membawa kesejukan pula di hati anda semua, sejenak kita lupakan dulu hiruk-pikuk pertarungan politik di negeri kita tercinta ini dan kali ini ijinkan saya saya untuk sedikit bercerita tentang komunitas yg penuh warna baik hitam atau putih nya.
Komunitas ya saya maksudkan adalah TKI,ya kali ini saya akan sedikit bercerita tentang tki sebuah golongan penduduk negeri ini yg menurut saya pribadi bernasib gak jauh berbeda dengan agen intelijen,dimana saat para intel ini berhasil melakukan misi nya tidak banyak orang yang tahu akan keberhasilan nya tp disaat tiba-tiba ada bom bunuh diri meledak tanpa basa-basi lagi sebagian dari kita langsung melayangkan statement ini dan itu yang begitu menyakitkan
Sama seperti agen intelijen tadi kami juga para tki disaat kami berhasil tidak banyak orang yg tau keberhasilan kami dan menganggap biasa saja tetapi diasaat ada sebagian dari kami yg gagal baik dalam berucap atau ber-etika tanpa pikir panjang lagi akan ada sebuah kalimat sakti khusus nya dimedia sosial dalam menanggapi kegagalan itu dan kalimat sakti itu "malu maluin bangsa dan negara"
Tp ok lah kita ada di dunia yg bebas dan penuh keterbukaan yg memungkinkan semua orang bisa meluahkan segala ide dan persepsi tentang sesuatu di ruang publik.
Sebelum nanti saya akan bercerita tentang fakta-fakta unik seputar TKI ada baiknya kita sedikit mengenal tentang pengertian dan sejarah singkat tki.
Pertama tki adalah singkatan dari tenaga kerja Indonesia atau bisa juga diartikan orang Indonesia yang bekerja di luar negeri baik di sektor pormal,informal dan sektor profesional jadi BMI,SDMI ,penata laksana rumah tangga asal Indonesia dll.itu semua masih termasuk kedalam kategori tki
Terus pernah gak Anda bertanya sejaka kapan sih orang Indonesia dikirim untuk bekerja diluar negeri,jawaban nya sejak Indonesia belum lahir sebagai negara republik Indonesia .
Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia dicapai, migrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri telah terjadi pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia melalui penempatan buruh kontrak ke Suriname, Amerika Selatan, yang juga merupakan wilayah koloni Belanda. Masa itu berlangsung sekitar 1890-1939 dengan total penempatan mencapai 32.986 orang menggunakan angkutan kapal laut dalam berbagai gelombang.


Kondisi pada masa-masa itu sejalan dengan gelombang globalisasi sumber daya manusia ke wilayah lain di dunia baru. Migrasi lebih banyak berorientasi pada perluasan daerah jajahan, termasuk yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap bangsa Indonesia.
Gelombang pertama pengiriman TKI diberangkatkan dari Batavia (Jakarta) pada 21 Mei 1890 dengan Kapal SS Koningin Emma. Pelayaran jarak jauh ini sempat singgah di negeri Belanda dan tiba di Suriname pada 9 Agustus 1890. Jumlah TKI dalam gelombang pertama sebanyak 94 orang terdiri atas 61 pria dewasa dan 31 perempuan, termasuk membawa dua anak-anak, yang dipekerjakan di perkebunan tebu dan pabrik gula Marienburg, Suriname. Hingga kini, tanggal kedatangan TKI pertama ke Suriname selalu dikenang serta diperingati sebagai momentum bersejarah oleh para penduduk Suriname utamanya asal Jawa.

Selanjutnya, TKI gelombang kedua sebanyak 582 orang tiba di Suriname tanggal 16 Juni 1894 dengan Kapal SS Voorwaarts. Karena muatan kapal kedua ini melebihi kapasitas, sebanyak 64 orang penumpang kapal meninggal dunia dan 85 orang harus dirawat di rumahsakit setibanya di pelabuhan Paramaribo, Suriname.
Kejadian yang menyedihkan itu rupanya tidak mendapat tanggapan dari pemerintah Belanda, bahkan begitu saja dilupakan. Pemerintah Kerajaan Belanda boleh jadi beranggapan yang meninggal itu hanya para pekerja miskin, sehingga tidak perlu ada tindakan dalam wujud apapun. Karena itu, pengiriman tenaga kerja asal Indonesia terus berjalan sepanjang waktu cukup lama sampai pengiriman terakhir sebanyak 990 orang yang tiba di Suriname pada 13 Desember 1939.

Dari tahun 1890-1914, rute pelayaran TKI ke Suriname selalu singgah di negeri Belanda dan sesudah itu tidak lagi dilakukan. Pengiriman para TKI selama kurun waktu itu menggunakan 77 buah kapal laut, dilaksanakan oleh perusahaan pelayaran swasta, De Nederlandsche Handel Maatschappij. Tetapi mulai 1897, pengiriman TKI dilaksanakan sendiri oleh pemerintah Hindia Belanda.

Pada masa sekitar itu pula, para kuli kontrak yang ditempatkan pemerintah Belanda umumnya berasal Pulau Jawa dan Madura. Namun demikian tak sedikit dari suku Sunda dan Batak diberangkatkan sekaligus dipekerjakan di sejumlah perkebunan Suriname.

Tujuan utamanya tak lain untuk mengganti tugas para budak asal Afrika yang mulai dibebaskan pada 1 Juli 1863, sebagai wujud dilaksanakannya penghapusan sistem politik perbudakan oleh beberapa negara yang juga mengimbas ke Suriname, hingga membuat para budak tersebut beralih profesi karena bebas memilih lapangan kerja yang dikehendaki. Dampak adanya pembebasan itu membuat perkebunan di Suriname terlantar dan mengakibatkan perekonomian Suriname yang bergantung dari hasil perkebunan turun drastis.

Pemerintah Belanda memilih TKI asal Jawa ke Suriname dengan mempertimbangkan rendahnya tingkat perekonomian penduduk pribumi (Jawa) akibat meletusnya Gunung Merapi (1872) dan padatnya jumlah penduduk di Pulau Jawa. Alasan meletusnya Gunung Merapi itu memang diakui telah menyebabkan pemerintah Belanda banyak mengirim TKI asal Jawa Tengah ke Suriname.Sementarakelebihan penduduk Jawa yang menjadi alasan tidaklah tepat untuk digunakan, kecuali terkait kemiskinan di wilayah Jawa selain adanya kepentingan pemilik perkebunan di Suriname yang kesulitan mendapatkan pekerja.

Sebetulnya, di Suriname sudah ada tenaga kerja yang mengawali sektor perkebunan, yaitu orang-orang Creole asal Afrika Barat yang dibawa ke Suriname pada awal abad 16 sebagai budak belian. Kemudian datang orang-orang Tionghoa yang dibawa ke Suriname pada 1853 dan orang-orang Hindustan asal Calcuta, India yang tiba di Suriname pada 4 Juni 1873.
Di kemudian hari, komunitas Creole yang tidak tahan bekerja sebagai budak belian banyak melarikan diri ke dalam hutan, sehingga dikenal istilah ”Creole Hutan” selain sebutan ”Creole Kota” untuk kelompok lainnya. Semula Creole Hutan ini juga disebut “Djoeka” tetapi sekarang mereka menamakan diri suku Marron dan jumlahnya menempati nomor urut ketiga setelah orang-orang Hindustan dan Creole yang bertahan dengan keturunan aslinya. Sedangkan penduduk asal Jawa di Suriname menempati urutan keempat dengan jumlah 71.879 orang dari 492.829 jiwa penduduk Suriname (2004).


Sampai tahun 1930 para TKI asal Jawa di Suriname bekerja hanya di perkebunan tebu, kakao (coklat), kopi, maupun pertambangan bauksit di bawah ”Poenale Sanctie”. Sesudah tahun itu mereka bekerja sebagai buruh merdeka, tetapi faktanya masih harus bekerja dengan syarat-syarat Poenale Sanctie, yakni peraturan yang menetapkan bila pekerja melarikan diri akan dicari serta ditangkap polisi untuk dikembalikan kepada mandor atau pengawasnya.
Di luar itu, para TKI laki-laki usia di atas 16 tahun yang bekerja di perusahaan perkebunan Suriname menerima gaji sebesar 60 sen sehari dan pekerja wanita usia di atas 10 tahun sebesar 40 sen sehari. Berdasarkan perjanjian, para tenaga kerja itu juga harus bekerja sesuai kontrak selama lima tahun dan dengan ketentuan bekerja untuk enam hari dalam satu minggu. Setiap harinya, mereka bekerja dalam delapan jam di perkebunan atau 10 jam di pabrik. Setelah masa kontrak berakhir mereka lantas diberi hak untuk pulang kembali ke Indonesia atas biaya pemerintah Belanda.
Dimasa pemerintahan orde lama bidang tenaga kerja keluar negri ini masih belum begitu diperhatikan sebab pasa masa itu biasanya hanya berupa pelintas batas tradisional karena kesamaan budaya dan agama ini khususnya untuk ke negara tetangga seperti Malaysia,dan perlintasan batas Ini berkurang atau bahkan terhenti saat terjadi konfrontasi dengan Malaysia disaat pemerintahan presiden Soekarno.
Baru pada masa orde baru pemerintah membuat regulasi karena pemerintah melihat nilai positif dan ekonomi yg tinggi di bidang ini dan regulasi itu baru ada sekitar tahun 1970.
Nah setelah kita sedikit mengenal tentang arti dan sejarah tki sekarang SAYA akan tuliskan beberapa fakta yg mungkin anda tau tp tidak Anda sadari sehingga jika anda membacanya mungkin anda akan tercengang atau terkesima percaya deh.
1.didunia ini hanya Indonesia yang memiliki Tki.
2.lebih dari 90% Tki tinggal dan bekerja diluar negeri.
3.sama seperti fakta diatas lebih dari 90% tki tidak dibayar dengan uang rupiah
4.tidak ada TKW yg berjenis kelamin laki-laki
5.tidak semua tki bisa berbicara dengan bahasa ditempat mereka kerja(termasuk saya).
Nah itulah 5 fakta mengejutkan seputar dunia TKI, dibalik semua fakta tadi masih ada satu lagi fakta yg tidak bisa dipungkiri bahwa dibalik hitam dan putih kehidupan yang kami jalani kami(tki) tetap warga negara Indonesia sebab barapa jauhnya pun kami berlayar,seberapa lamanya pun kami berkelana dinegeri orang dan betapa nyamannya pun kami nikmati pasilitas di negri orang tetap hati kami tertuju pada satu tempat, tempat yang disana ada pelukan hangat yang terpaksa harus kami lepaskan,ada cinta yg terpaksa kami tinggalkan dan ada cita-cita yg belum kami capai, tempat itu adalah kampung halaman kami tanah kelahiran kami INDONESIA.
Dan di akhir paragraf ini saya ingin mengucapkan selamat menerima ampau buat anda yg bekerja di Taiwan atau dimanapun semoga isinya banyak tapi ingat "LEBIH BAIK STATUS TANPA HUBUNGAN DARI PADA HUBUNGAN TANPA STATUS".

Share this:

CONVERSATION

2 komentar:

  1. AssalamuAlaikum wr"wb Allahu Akbar-Allahu Akbar allah mahabesar.
    Kenalkan saya IBU ULAN TKI membernya yang kemarin aki brikan nmr 4D asal dari kota MEDAN, jadi tki di SINGAPUR, mau mengucapkan banyak2 trimakasih kepada KI PALAH yg sdh membantu kami sekeluarga melalui nmr TOGEL SINGAPUR 4D Keluar hari rabu kemarin allahamdulillah benar-benar kluar akhirnya dapat BLT Rp.500jt, sesuai niat kami kemarin KI, klo sdh jackpot, kami mau pulan kampung buka usaha & berhenti jadi TKI, TKW, cepek jadi prantauan aki kerena sdh 15 tahun jadi tkw nga ada perkembangan, jangankan dibilang sukses buat kirim ke Kampung pun buat keluarga susah KI, malu KI ama kluarga pulang nga bawah apa2, kita disini hanya dpt siksaan dari majikan terkadan gaji tdk dikasih, jadi sekali lagi trimakasih byk buat aki sdh membantu kami, saya tdk bakal lupa seumur hidup saya atas batuan & budi baik KI PALAH terhadap kami.
    Buat sahabat2 tki & tkw yg dilandai masalah/ingin pulang kampung tdk ada ongkos, dan keadaannya sdh kepepet tdk ada pilihan lain lg. jangan putus asa, disini kami sdh temukan solusi yg tepat akurat & trpercaya banyak yg akui ke ahliannya di teman2 di google dengan jaminan tdk bakal kecewa, jelas trasa bedahnya dengan AKI-AKI yang lain, sdh berapa org yg kami telpon sebelum KI PALAH semuanya nihil, hanya menambah beban, nga kaya KI PALAH kmi kenal lewat teman google sdh terbukti membantu ratusan tki & tkw termasuk kami yg dibrikan motipasi sangat besar,demi allah s.w.t ini kisah nyata kami yg tak terlupakan dalam hidup kami AKI, sekali lagi trimakasih byk sdh membantu kami,skrg kami sdh bisa pulang dengan membawa hasil.
    Jika sahabat2 merasakan hal yang sama dengan kami.
    silahkan Hubungi KI PALAH siapa cepat dia dapat,
    TERBATASI penerimaan member...wajib 9 member bisa diterimah dlm 3x putaran.
    HUBUNGI LANSUNG DI NO:0823.8831.6351.
    Atau kunjungi Situs KI PALA dengan cara klik >>>>>KLIK DI SINI<<<<<

    ReplyDelete
  2. Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama atau jalan sesat. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin

    ReplyDelete

Partner

duit

loading...