KISAH SEORANG TUKANG OJEK YANG MEMILUKAN


Ini adalah potongan cerita yg diambil dari sebuah buku yg berjudul diskonek dengan tidak bermaksud untuk membajak saya hanya ingin sedikit berbagi dan mengapresiasi karya tulis anak bangsa yg begitu halus dalam menguraikan suatu  keadaan sehingga bisa dinikati dan diambil hikmahnya tanpa harus menyinggung dan memojokan pihak tertentu.
Jika anda suka silahkan beli bukunya ditoko buku kesayangan anda dan ingat jangan beli BUKU BAJAKAN.
Legenda sebuah Hate Bis
Kota yang Terdapat Sebuah
ojek Berada di Situ.

Berikut ini adalah beberapa kisah yang
dapat kita jadikan pedoman dalam
kehidupan. Jika kita memperhatikan be-
berapa kejadian di dalam kehidupan, maka
kita pasti akan menjadi bingung, mengapa
kita harus memperhatikan kehidupan? Bu-
kankah jauh lebih baik jika kita memper
hatikan seorang cewek kece saja? Tetapi
tidak apa-apa. Dan inilah beberapa kisah
yang dapat dijadikan pedoman kehidupan.
Ada beberapa percakapan dan ada pula be-
berapa percakepan.
"Percakapan adalah keadaan orang yang sedang
bercakap cakap, sedangkan percakepan adalah
keadaan orang yang sedang bercakep cakep,
saling adu cakep, siapa yang paling cakep? Saya
atau kamu?
Inilah salah satu contoh Percakapan antara tukang ojek danorang lain yang bukan tukang ojek.
Di sebuah halte bus yang berada di tengah
tengah pusat kota, terdapatlah seorang tu-
kang ojek dan tidak hanya terdapat tukang
ojek, tetapi kemudian terdapat pula 
Seorang yang bukan tukang ojek. Seseorang
wanita muda, berparas cantik, dan memikat
yang tampak sedang mengalami kebingungan,
sehingga terjadilah yang berikut ini.
Seseorang: Wah, halte bus ini terlihat sangat
sepi. Aneh... sepi sekali..
Kemudian ia bertanya kepada kepada tukang
ojek, "Maaf, Pak, numpang tanya. Ini halte
bus atau bukan?
Seseorang yaitu wanita muda tersebut, ber-
paras cantik, dan memikat. Selanjutnya dapat
disimpulkan bahwa ia adalah seorang nona
yang nanti dapat disebutkan dan diganti
menjadi "nona" saja.
Tukang ojek: (menjawab dengan nada lirih
dan, terdengar sangat puitis) Nona, sebe
lumnya saya memohon maaf, saya hanyalah
seorang tukang ojek dan juga saya hanya
sekedar lulusan SD, tidak banyak yang saya
ketahui tentang kehidupan dunia fana ini
Tentang keseharian hidup, tentang jiwa dan
raga
dan tentang aktifitas pribadi. Saya sama
sekali buta dan tiada memahami itu semua.
Saya hanyalah sekedar tukang ojek dan Pertanyaan yang Nona ajukan kepada
saya, sungguh sangat sulit dipahami.
Sehingga, wahai Nona, 
Bisakah Nona mengulang kembali
pertanyaan yang tadi Adinda ajukan?
Nona: Begini, Pak, saya mau pulang ke rumah
dan satu-satunya cara agar saya dapat pulang
ke rumah adalah dengan menggunakan bus.
Saya tidak tahu di mana tempat yang benar
untuk memberhentikan bus, sehingga saya
bertanya kepada Bapak, "Apakah ini adalah
tempat untuk memberhentikan bus?"
Tukang ojek. (tetap menjawab dengan nada
lirih dan tetap terdengar sangat puitis) Nona,
jika Nona hendak menggunakan bus, maka
Nona harus memiliki surat ijin mengemudi.
kan bus. Kalau tidak salah jenisnya adalah
SIM B1. Setelah itu, Nona harus kursus me-
ngendarai bus. Setelah itu mendaftarkan diri
ke perusahaan bus dan melamar pekerjaan
menjadi pengendara bus. Prosedurnya pun
cukup sulit, namun itulah resiko yang
harus Nona hadapi. Maka, jika Nona hen
dak mengendarai bus
Nona: Pak, cukup! Tidak perlu dijelaskan se.
perti itu. Saya tidak pernah memiliki keinginan
 untuk.
Tukang ojek: Keinginan untuk apa? Untuk
menjadi supir bus? Tidak boleh menyerah
begitu saja. Jika Nona memiliki suatu keingi-
nan, jangan sampai menyerah. Nona harus
tetap semangat dan tidak boleh sedikit pun
berputus asa
Nona: Pak, saya hanya mau naik bus! Saya
tidak mau menjadi supir bus! Ya sudah deh
Pak, kalo Bapak mau menghalang-halangi
saya untuk naik bus, berarti saya harus naik
ojek milik Bapak. Iya kan?! Ya sudah, tolong
antar saya, Pak!
Tukang ojek: (puitis) Nona, sebelumnya lagi
saya memohon maaf. Saya hanya sekedar tu
kang ojek. Tugas saya adalah mengendarai
motor ojek. Jika Nona berubah pikiran dan
beralih untuk naik ojek, maka Nona harus
memiliki SIM C, SIM untuk jenis kendaraan
bermotor beroda dua, lalu membeli terlebih
dahulu sebuah sepeda motor, kemudian Nona mencari dan menunggu penumpang
Dan Nona, betapa teganya diri Nona terhadap saya.
sudah puluhan tahun saya menjadi
supir ojek di wilayah ini. Saya tiada pernah
menyakiti perasaan siapa pun! Panas dan hu
jan saya lalui dengan hati yang ikhlas! Tiada
pernah mendendam,
tulus! Sekarang, Nona
hendak menjadi supir ojek juga?! Lantas
Nona, betapa tega diri anda merebut lahan
pekerjaan orang lain. Lalu saya harus kerja
apalagi? Nona, saya hanya sekedar lulusan
SD, tidak banyak yang saya ketahui tentang
makna kehidupan.
Nona: Apa sih maunya Bapak? Bapak mau
antar saya atau tidak?!
Tukang ojek: Nona terlalu agresifl Di mana
harga diri Nona?! Kita baru saja kenal, bah.
kan mengucap sebuah nama pun belum sem
pat kita lakukan. Berani beraninya Nona me.
ngajak saya untuk berbuat yang tidak-tidak?
Nona berpura-pura tersesat dan tiada menge-
tahui arah dan tujuan, berpura-pura mena-
nyakan tentang bus kepada saya
alu Nona
berpura-pura kebingungan, lalu saya me.
ngantarkan Nona, lalu Nona menjebak saya
untuk berhubungan intim layaknya sepasang
suami-istri. CUIIHHH! Nona kira saya lelaki murahan? Saya masih punya harga diri!
Nona jangan bersikap seenaknya begitu
terhadap saya!
Nona: Dasar ojek gila!
Tukang ojek: Saya bukan ojek gila! Saya ada
lah ojek motor!
Nona: ojek motor? Ojek motor gila! Gila
gila
bagaimana mau bisa dapat penum
pang?! Anda sudah gila dan sinting! Nggak
akan pernah bisa dapat penumpang!
Tukang ojek: Nona jangan salah duga. Saya
adalah tukang ojek! Pekerjaan saya ada-
lah untuk mengendarai ojek, bukan untuk
mendapat penumpang
Nona: Brengsek! Tidak perlu panjang-lebar
Sekarang, apa mau Bapak? Bapak mau ribut
sama saya? Saya tidak takut!
Tukang ojek: Hah? Nona sudah gila rupanya
Siapa yang mau ribut sama Nona? Saya tidak
mau ribut sama Nona dan saya juga tidak
mau apa-apa. Satu-satunya kemauan saya
adalah ingin menjadi tukang ojek! Sekarang
saya ganti bertanya kepada Nona, apa ke-
mauan Nona?
Nona saya mau menunggu bus, lalu saya
mau naik bus Cukup jelas?!
 Tukang ojek: Buat apa menunggu bus? Bus
tidak perlu ditunggu! Nanti juga akan datang
 dengan sendirinya! Dan tidak perlu naik
bus, Nona hanya perlu masuk ke dalam bus,
duduk, bayar, lalu turun di tempat tujuan!
Buat apa sampai naik bus? Naik sampai ke
atas atap bus, maksudnya? Itu artinya Nona
sudah gila Apakah Nona mau menjadi bahan
orang-orang? Perempuan se-
cantik Nona "nangkring di atas bus?! Tidak
bayar pula! Heh, Nona, kalau Nona mau se.
perti itu, lebih baik jangan menggunakan
bus Lebih baik Nona menggunakan kereta
api saja Masih terlihat cukup wajar jika Nona
naik di atas atap kereta api.
Nona: Kereta api?
Tukang ojek: lya, kereta apil Apakah Nona
pernah naik kereta api?
Nona: Belum pernah. Kalau Bapak, apakah
Bapak pernah naik kereta api?
Tukang ojek: Buat apa saya naik kereta api?!
Saya adalah tukang ojek, tugas saya adalah
mengendarai motor ojek. Akan mem-
buang-buang waktu saya jika harus naik
kereta api
Daripada naik kereta api, lebih
baik saya naik L. Tobing saja, lebih enak.
Nona: Wah,
ide yang bagus. Baiklah kalau
begitu saya pulang dulu, sudah malam
Saya takut jika terlalu lama berada di sini,
nantinya akan menjadi terlalu lama. Lebih
baik saya bergegas pergi secepatnya.
Tukang ojek: Hmm, kebetulan saya juga ha.
rus segera pergi dari sini. Saya harus kembali
bekerja menjadi tukang ojek.
Nona: Tapi, bagaimana mungkin anda bisa
bekerja? Anda tidak memiliki penumpang.
Tukang ojek: Saya tidak perlu penumpang,
saya hanya perlu waktu! Seperti kata pepa
tah: "waktu adalah uang"







Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Partner

duit

loading...